Monday, 25 Oct 2021
  • Website ini digunakan untuk pembelajaran
TUTUP MENU

Penanaman Konsep Dasar Pecahan Pada Pembelajaran Matematika SD/MI Dengan Media Sederhana

Pada pembahasan ini akan dibagi menjadi 3 kegiatan yaitu: 1) Operasi Bilangan, 2) Operasi Hitung Campuran dan 3) Penarikan Akar Pangkat

A. Operasi Bilangan 

Alat dan Bahan 
  1. Kardus 
  2. Karton 
  3. Kertas HVS 
  4. Kertas kado 
  5. Spidol 
  6. Double tip 
  7. Paku 
  8. Kayu dari bambu 
Langkah-langkah pembuatan media 
  1. Gunting kardus berbentuk segi empat dan bungkus menggunakan kertas kado agar terlihat lebih menarik. 
  2. Gunting kardus membentuk simbol penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian serta sama dengan.
  3. Gunting karton membentuk buah-buahan dan bentuk bola. 
  4. Tempelkan simbol-simbol tersebut dengan double tip pada kardus yang telah tersedia. 
  5. Tulislah angka-angka pada kertas HVS yang telah tersedia. 
Langkah-langkah kegiatan 
1. Penjumlahan 
Pada operasi bilangan ini, kita dapat mengetahui bagaimana proses penjumlahan yang biasa digunakan yang akan ditampilkan dalam beberapa contoh.
Contoh penjumlahan 
Soal : 4 + 3  = 7
Kita ambil 4 karton yang berbentuk bola lalu ditambah 3 karton berbentuk bola kemudian dijumlahkan keseluruhan karton, maka hasilnya ialah 7 karton berbentuk bola. Kemudian tempelkan angka 7 pada papan media yang telah disediakan.
Soal : 7 + 3 = 10 
Kita ambil 7 karton bentuk buah lalu kita tambah 3 karton dengan bentuk sama kemudian jumlahkan keseluruhan karton, maka hasilnya ialah 10 karton bentuk buah. Kemudian tempelkan angka 10 pada papan media yang telah disediakan.
2. Pengurangan 
Pada operasi bilangan ini, kita dapat mengetahui bagaimana proses pengurangan yang digunakan yang ditampilkan dalam contoh yang sederhana. 
Soal : 5 – 4 = 1 
Kita peragakan kepada siswa dengan menggunakan jari, tampilkan kepada siswa 5 jari kemudian tampilkan 4 jari lalu perintahkan kepada salah satu siswa untuk menghitung berapa jumlah dari 5 – 4, maka dengan cara itu siswa dapat berhitung menggunakan jari kemudian akan dapat hasilnya. Jadi hasilnya 5 – 4 = 1 
3. Perkalian 
Pada operasi bilangan perkalian ini, kita akan mengetahui bagaimana proses perkalian yang akan digunakan dalam tampilan contoh berikut. 
Soal : 4 x 2 = 8 
Akan kita selesaikan dengan menggunakan hitungan sederhana, kita akan menggandakan angka 4 sebanyak 2 kali kemudian dapatlah hasilnya
Atau menggunakan angka 2 yang digandakan sebanyak 4 kali setelah itu barulah dapat hasilnya, jadi hasil dari 4 x 2 = 8 
4. Pembagian 
Pada operasi bilangan pembagian ini, kita akan mengetahui bagaimana proses pembagian yang mudah digunakan dalam tampilan contoh berikut. 
Soal : 9 : 3 = 
Hasil dari 9 : 3 adalah 3 

B. Operasi Hitung Campuran

Alat dan bahan
  1. Kelereng
  2. Gelas air mineral
  3. Kardus
  4. Kertas kado
  5. Double tip
Langkah-langkah pembuatan media
  1. Gunting kardus membentuk segi empat dan bungkus dengan kertas kado.
  2. Gunting permukaan gelas air mineral dan tempelkan menggunakan double tip pada kardus.
  3. Gunting kardus membentuk simbol penjumlahan, pengurangan, perkalian serta sama dengan.
  4. Tempelkan simbol-simbol tersebut pada kardus.
Langkah-langkah kegiatan
1. Penjumlahan dan pengurangan
Pada operasi hitung campuran ini, untuk mengetahui yang mana yang terlebih dahulu dikerjakan maka kita harus melakukan beberapa peragaan.
Peragaan 1
Soal: 6+7-4=
Kita dahulukan penjumlahan, yaitu kita ambil 6 kelereng masukkan ke gelas bekas ditambah 7 kelereng hasilnya 13 kelereng kemudian dikurang 4 kelereng, maka hasilnya ialah 9 kelereng.
6 kelereng+7 kelereng =13 kelereng
13 kelereng-4 kelereng = 9 kelereng..
Peragaan 2
Kita dahulukan pengurangan, yaitu kita ambil 7 kelereng masukkan ke gelas bekas dikurang 4 kelereng hasilnya 3 kelereng, kemudian ditambah 6 kelereng, maka hasilnya ialah 9 kelereng.
7 kelereng-4 kelereng= 3 kelereng
6 kelereng+3 kelereng= 9 kelereng
Jadi, kedua peragaan tadi menunjukkan hasil yang sama. Ini berarti dalam operasi hitung campuran antara penjumlahan dan pengurangan, manapun yang terlebih dahulu dikerjakan, baik penjumlahan atau pengurangan, hasil akhirnya akan sama.
Penjumlahan dan perkalian
Berbeda dengan operasi hitung campuran antara penjumlahan dan pengurangan, pada operasi hitung campurang antara penjumlahan dan perkalian ini akan diperoleh hasil yang berbeda ketika penjumlahan maupun perkalian yang dikerjakan terlebih dahulu. Dalam operasi ini yang didahulukan terlebih dahulu ialah perkalian.
Soal : 3×2+1=
Dari soal diatas maka kita umpakan dengan kelereng, yaitu 2 kelereng kita masukkan dalam tiga wadah, berarti 2+2+2=6 kelereng. Jadi, 6 kelereng ditambah 1 kelereng sama dengan 7 kelereng. (3×2+1= 7)

C. Penarikan Akar Pangkat

1. Alat dan bahan
  1. Kertas warna
  2. Spidol atau pulpen
  3. Sedotan
  4. Double tip
  5. Gunting
2. Langkah-langkah pembuatan
  1. Gunting kertas warna membentuk bunga dan daun
  2. Tempelkan bunga dan daun pada sedotan.
  3. Tulis soal pada kertas warna yang berbentuk bunga.
  4. Tulis hasil dari penarikan akar tersebut di daun yang telah ditempel pada sedotan.
  5. Siapkan daftar dasar penarikanakar pangkat dua dan akar pangkat tiga.
3. Langkah-langkah kegiatan
Untuk akar pangkat 2 kami menggunakan metode atau alat peraga bunga perhatikan gambar dibawah:
Untuk menentukan  akar dari 169 kita perhatikan angka awal dan akhir yaitu angka 1 dan 9, setelah itu cari perkalian yang mendekati 1, tentunya 1, angka satu tersebutkita tulis di daun yang pertama, selanjutnya kita cari akar dari 9yaitu 3, tulis angka 3 di daun yang kedua seperti pada gambar di atas. Jadi, akar dari 169 adalah 13.
Begitu pula dengan akar 225 dengan cara yang sama kita perhatikan lagi angka awal dan akhir yaitu angka 2 dan 5, kita cari perkalian yang mendekati angka 2 yaitu 1, tulis angka 1 di daun yang pertama, untuk angka 5 ada pengecualian angka 5 akan selalu menjadi 5, tulis angka 5 tersebut di daun yang kedua seperti gambar di atas. Jadi, akar dari 225 adalah 15.
Untuk akar pangkat 3 kami hanya menjelaskan dengan mengingat beberapa angka sebagai patokan, angka yang harus di ingat adalah 1, 4, 6 dan 9, caranya masih sama dengan akar pangkat 2 yaitu mempertikan angka awal dan akhir hanya saja dalam akar pangkat 3yang lebih dulu diperhatikan adalah angka akhir bukan awal, untuk mempermudah dalam penyelesaian kami juga menggunakan satuan pangkat tiga pada seperti gambar di samping.  
Untuk puluhan dan ratusan hasil akarnya akan selalu satu digit angka, contoh:
√729=….
Lihat angka akhir yaitu 9 dan 9 termasuk dalam angka yang harus di ingat. Jadi √729 adalah 9 pangkat 3. 
√64=….
Lihat angka akhir yaitu 6 dan 6 juga termasuk dalam angka yang harus di ingat. Jadi √64 adalah 6 pangkat 3
Untuk ribuan hasil akarnya 2 digit angka contoh:
√6.859….  ….
Lihat angka akhir yaitu 9 dan 9 termasuk dalam angka yang harus di ingat, letakkan angka 9 pada digit angka yang kedua. Setelah itu perhatikan ribuannya, angka ribuan terletak pada angka 6 di sinilah fungsi satuan pangkat 3 yang kami buat yaitu untuk menentukan di mana letak 6 atau ribuan tersebut dan 6 termasuk di wilayah 1 pangkat 3 yaitu 1, kalau 2 pangkat 3 maka hasilnya adalah 8 lebih dari 6, letakkan 1 tadi pada digit angka yang pertama.. Jadi √6.859 adalah 19.
√17. 526=…. ….
Lihat angka akhir yaitu 6 dan 6 termasuk dalam angka yang harus di ingat, letakkan angka 6 pada digit angka yang kedua. Setelah itu perhatikan ribuannya, angka ribuan terletak pada angka 17, 17 terletak pada wilayah 2 pangkat 3, kalau 3 pangkat 3 hasilnya 27 lebih dari 17, letakkan angka 2 tadi pada digit yang pertama. Jadi √17. 526 adalah 26.
Metode atau alat peraga yang kami gunakan ini hanya untuk angka-angka cantik, angka yang memang telah dipilih untuk selalu menghasilkan angka yang cantik.
Berikut ini video pembelajaran Konsep Dasar Pecahan Pada Pembelajaran Matematika SD/MI Dengan Media Sederhana yang sudah di bahas di atas.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR